Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Peresmian gedung baru tersebut dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Purnyomo mewakili Bupati Grobogan Sri Sumarni. Turut hadir dalam kegiatan itu, tokoh Muhammadiyah Grobogan Jati Purnomo, yang juga Rektor ITB - MG.

Founder Sekolah Alam Purwodadi Al Akbar Yuni Setyaningrum mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan sekolah untuk mencetak mereka yang akan membangun peradaban. Dia menekankan akhlak lebih diutamakan daripada ilmu.

”Di Sekolah Alam, akhlak lebih diutamakan dibandingkan ilmu pengetahuan. Dan kami berkomitmen mendidik anak berakhlakul karimah dengan belajar yang ada di alam,” terangnya.

Dalam pembelajarannya, SAP Al Akbar menyatu dengan alam. Mereka menjadikan alam sebagai ruang belajar, media belajar, dan objek belaja”.

Yuni menambahkan, apa yang ada di alam pada dasarnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, sampah yang sehari-hari dibuang oleh masyarakat dapat dimanfaatkan setelah dilakukan pengolahan.
Gedung yang baru saja diresmikan itu sendiri terbuat dari sampah-sampah kayu. Selain itu, gedung tesebut juga tidak memiliki AC, karena pihaknya ingin memanfaatkan udara alami.”Kami tidak memakai AC, sebagai komitmen kami menyatu dengan alam. Maka, ruang-ruang kelas di gedung baru ini terdapat celah-celah agar angin dan cahaya bisa masuk ke dalam kelas,” paparnya.Dalam kegiatan yang dirangkai dengan akhirussanah siswa TK itu juga turut ditampilkan karya-karya siswa seperti miniatur rumah adat, mainan ular tangga, dan miniature gunung, berbagai lainnya. Karya tersebut seluruhnya terbuat dari sampah, seperti kardus, botol bekas, berbagai benda tak terpakai lainnya. Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler