Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Pembangunan jalan Gubug-Salatiga, tepatnya di Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Grobogan, terancam molor. Sebab, progres perbaikan jalan yang sebelumnya mengalami longsor itu tidak sesuai dengan yang ditargetkan.

Sub Koordinator Jalan dan Jembatan Wilayah 1 Balai Pengerjaan Jalan (BPJ) Wilayah Purwodadi Wimas Radit menerangkan, dari target 68 persen, hingga kini baru terealisasi 63 persen.

’’Progres tetap jalan, walaupun tertatih-tatih. Ini sudah mulai minus, progresnya. Minus 5 persen,’’ ujarnya, Rabu (2/8/2023).

Radit menambahkan, progresnya tersendat karena ada kendala terkait bore pile. Gara-gara Kendala tersebut, progres pembangunan jalan tersebut tak sesuai target. 

’’Karena kesulitan wakt melaksanakan konstruksi bore pile. Beberapa kali mengenai lempengan batu,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, Radit mengatakan, jalan yang dibangun di ruas tersebut yakni sepanjang 36 meter, sedangkan dindingnya sepanjang 50 meter. Anggaran total pembangunan tersebut yakni sebesar Rp 2,3 miliar.

’’Dinding 50 meter, jalannya 36 meter sesuai segmen yang dibongkar. Anggarannya Rp 2,3 M,’’ katanya.

Untuk diketahui, longsornya jalan di ruas Gubug-Salatiga yang terjadi tahun lalu itu sempat viral di media sosial. Sebab, pengendara motor mesti melewati jalan berlumpur di tebing atas sebelah jalan tersebut.

Sedangkan, para pengendara mobil harus memutar melewati jalan lain. Setelah tahun lalu direhabilitasi sementara dengan anggaran Rp 250 juta, tahun ini titik yang longsor tersebut dibangun total.

 

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler