Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin meresmikan Rumah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bangdungsari, Ngaringan, Grobogan, Selasa (29/8/2023).

Gus Yasin dalam keempatan itu juga menyerahkan bantuan lain, seperti renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pelatihan dan modal usaha, bantuan alat bagi penyandang disabilitas, jambanisasi, dan lain-lain.

”Ini bagian dari program kami sejak tahun 2019. Kita mulai melakukan pendampingan desa satu OPD harus memiliki desa binaan,” ungkap Gus Yasin.

Program tersebut mengharuskan setiap OPD di lingkup Pemprov Jateng untuk melakukan pembinaan desa miskin. Gus Yasin menyatakan, berbagai program bantuan tersebut bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di Jateng.

Gus Yasin menjelaskan, dalam program tersebut setiap OPD akan bertanggungjawab untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kemiskinan di desa binaan. Mereka kemudian akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk pengadaan dan penyaluran bantuan yang dibutuhkan.

”Ini yang kami harapkan dari reformasi birokrasi. Bukan hanya kaitan dengan pelayanan yang lambat atau sulit, tapi birokrasi itu juga dinamis untuk mendukung program pemerintah yang lainnya,” papar Wagub Jateng ini.

Gus Yasin juga meminta Pemkab Grobogan agar mendorong pelaku usaha maupun pelaku wisata untuk meningkatkan perekonomian syariah. Menurutnya, banyak sekali potensi sektor ekonomi yang bisa dikembangkan dengan konsep halal, sehingga ke depannya Jateng akan lebih dikenal sebagai daerah "moeslem friendly".

”Kami telah mendorong rumah makan, restoran dan perhotelan untuk menerapkan konsep ‘moeslem friendly’," tandasnya.

 

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler