Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Banjir di wilayah perkotaan Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah barakhir. Relawan terus membersihkan fasilitas umum dari lumpur bekas banjir.

Koordinator Relawan Grobogan Iwan Santoso mengatakan, para relawan mulai melakukan pembersihan fasilitas umum sejak banjir surut pada Kamis (8/2/2024) kemarin. Dia menargetkan, pembersihan bisa selesai pada Sabtu (10/2/2024) besok.

”Kira-kira pembersihannya tiga hari. Dari sejak banjir surut kemarin, sampai besok,” katanya, Jumat (9/2/2024).

Iwan menambahkan, pembersihan difokuskan di sekolah, jalan raya, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya. Untuk Jumat hari ini, pembersihan difokuskan di tiga titik fasilitas pendidikan. 

”Hari ini, kerja bakti sosial diperuntukkan di tiga titik. Yaitu, SLB PGRI, TK Perwari 1, dan TK Trisula,” imbuhnya.

Lebih lanjut Iwan menerangkan, selama banjir sudah banyak yang dilakukan para relawan. Salah satunya, yakni membuka dapur umum di banyak titik.

”Selama ini sudah mendirikan dapur umum, ke tempat-tempat yang membutuhkan. Nasi bungkus diperkirakan ada 10 ribu bungkus,” kata dia.

Sebagaimana diberitakan, banjir melanda sejumlah titik di Grobogan pada Selasa (6/2/2024) hingga Rabu (7/2/2024) lalu. Tidak hanya titik-titik yang menjadi langganan banjir, genangan banjir juga berada di wilayah perkotaan.

Banjir bahkan menggenangi area Jalan R Suprapto hingga Kantor Bupati Grobogan. Purwodadi pun nyaris lumpuh.

Secara total, berdasarkan laporan BPBD Grobogan ada 70-an desa dari 16 kecamatan yang terdampak banjir. Banjir yang disebabkan karena jebolnya beberapa sungai besar ini juga mengakibatkan lalu lintas terganggu, utamanya di Bundaran Gubug.

Fondasi jalan di barat Jembatan Tuntang ambrol. Perbaikannya pun dibutuhkan berhari-hari.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler