Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Bangunan SDN 3 Karanganyar di Desa Karanganyar, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah direnovasi total. Seluruh siswanya pun terpaksa pindah ke rumah warga untuk melaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM). 

Enam kelas menempati dua rumah milik seorang warga bernama Siti dan Sulis yang berada di dekat sekolah. Keduanya kebetulan memiliki rumah kosong, meskipun kondisinya seadanya. 

Adapun kelas 1 dan 2 berada di rumah milik Siti yang sudah berdinding keliling. Mereka menggunakan rumah itu bergantian, kelas 1 masuk pagi dan kelas 2 masuk agak siang sekitar pukul 09.00 WIB. 

Rumah Siti juga sekaligus menjadi kantor guru. Para guru berada di bagian sudut, satu lokasi dengan tempat siswa mengikuti KBM. 

Sementara itu, kelas 3 ditempatkan di teras bagian samping rumah. Para siswa pun bisa melihat langsung pemandangan luar. 

Adapun rumah Sulis ditempati kelas 4, 5, dan 6. Rumah ini masih baru dibangun, belum memiliki dinding keliling. Antar kelas hanya diberikan pemisah berupa terpal. Suara guru antar kelas pun dapat terdengar para siswa. 

Kepala SDN 3 Karanganyar Agus Sugeng mengatakan, para siswa terpaksa belajar dengan kondisi yang sangat terbatas karena gedung sedang dibangun. Dia mengaku tak ada pilihan lain selain opsi tersebut. 

”Gedungnya dibongkar total, jadi sejak Senin pekan lalu, mulai tahun ajaran baru menempati rumah warga. Dua-duanya rumah milik warga yang secara ikhlas boleh dipakai untuk kegiatan KBM. Kebetulan punya rumah kosong dan dekat sekolah,” ujarnya, Selasa (30/7/2024).

Agus menambahkan, rencananya gedung baru akan jadi hingga empat bulan lagi. Meski demikian, ada kemungkinan selesai pembangunanya bisa lebih cepat.

”Diperkirakan masa pembangunannya sampai empat bulan ke depan, tetapi semoga bisa lebih cepat selesainya,” ungkapnya

Adapun anggaran pembangunan gedung anyar, kata Agus, senilai Rp 1,9 miliar. Nantinya, selain enam ruang kelas juga ada ruang guru, ruang perpustakaan, hingga ruang laborat.  

Editor: Supriyadi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler