Badan Geologi Mulai Pasang Alat untuk Selidiki Lithium di Grobogan
Saiful Anwar
Kamis, 31 Oktober 2024 18:47:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Tim teknis dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai memasang alat pengukuran geofisika untuk penyelidikan lithium di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pemasangan dilakukan di puluhan desa di lima kecamatan.
Ketua Tim Bidang Mineral PSDMBP Badan Geologi Kementerian ESDM, Awaludin mengatakan, ada beberapa metode geofisika yang digunakan dalam pengukuran ini. Yakni ground magnetic, gravity, magnetotelluric, IP-resistivity, self-potential dan passive seismic.
Awaludin memaparkan, masing-masing metode memiliki cara kerja yang berbeda. Namun, pada intinya cara kerjanya untuk mengirim sinyal ke bawah permukaan bumi dan menangkap kembali sinyal tersebut.
Atau, menerima sinyal secara alami untuk mengetahui respons sifat fisik bawah permukaan.
”Setiap harinya akan berbeda jumlah titik pengukuran geofisikanya, tergantung dari metode dan kondisi lapangannya. Hari ini baru penyetingan alat,” ungkapnya, Kamis (31/10/2024).
Diungkapkannya, pusat pemasangan titik awal berada di Bledug Kuwu, Kecamatan Kradenan. Kemudian dilanjutkan ke beberapa titik desa yang ada di lima kecamatan, yakni Kecamatan Kradenan, Wirosari, Gabus, Ngaringan dan Pulokulon.
”Tahap sekarang baru penyelidikan awal. Karena kami ingin mengetahui dimensi dari reservoir air garam yang terletak di bawah permukaan. Karena itu, digunakan metode geofisika,” imbuhnya.
- 1
- 2



