Januari-Oktober, Empat Calon Pengantin di Grobogan Terdeteksi HIV/AIDS
Saiful Anwar
Kamis, 7 November 2024 12:17:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pemeriksaan yang dimaksud, lanjut dr Djatmiko, dilakukan melalui konseling screening sukarela. Artinya, berdasarkan kesadaran atau kerelaan setelah diberikan konseling oleh petugas.
’’Nanti kalau mereka tetap menikah, akan dilakukan cek rutin juga untuk pasangannya. Untuk penderitanya, harus rutin pengobatan agar virus bisa terkendali,’’ ujar dia lebih lanjut.
Dia menegaskan, pemeriksaan tes ini kepada para calon pengantin bukan bermaksud untuk menakut-nakuti. Namun, untuk deteksi dan memetakan para pengidapnya.
’’Intinya tes HIV/AIDS ini mendeteksi sejak dini agar mengetahui calon pengantin yang akan menikah teridentifikasi virus (HIV/AIDS) atau tidak. Bukan menakutkan, tetapi lebih untuk memastikan keduanya bebas dari HIV/AIDS,’’ tutupnya.
Editor: Zulkifli Fahmi



