Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Sorang pemuda bernama Ike Maylani (35), warga Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ditusuk hingga luka berat gegara teriak “Anjing”.

Pelakunya yakni DW alias Ices (34), pria warga Kalongan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Agung Joko Haryono menjelaskan, kejadian itu berlangsung pada Minggu (10/11/2024) dini hari lalu. Dia mengungkapkan, peristiwa tersebut berawal ketika pelaku bersama seorang rekannya yang bernama Teddy, mengendarai sepeda motor Satria FU dengan nopol K 4696 TZ.

Keduanya melintas melawan arus lalu lintas di jalan satu arah di depan kantor DPRD Grobogan. Pada saat bersamaan, korban juga melintas di sana.

Agung menerangkan, dalam posisi bersinggungan, pelaku berteriak “Woooiii” ke arah korban. Saat itu, korban membalas teriakan tersebut teriakan “Asu” yang berarti anjing.

”Merasa tersinggung, pelaku yang terpengaruh oleh minuman keras meminta rekannya yang berada di depan untuk mengejar korban. Korban dikejar sampai di depan rumahnya,” ujar Agung, pada Jumat (15/11/2024).

Pelaku benar-benar menguntit korban sampai ke rumahnya di Desa Jangkungharjo, Brati. Sampai di depan rumahnya, korban pun turun dari kendaraan dan akan masuk ke rumahnya.

Seat itulah pelaku turun dari sepeda motor yang diboncenginya dan langsung mengeluarkan pisau lipat. Pelaku pun menusuk korban pada bagian perut sembari berkata “Anjing Lu”.

”Korban ditusuk satu kali dan pelaku tidak mencabut pisau tersebut,” imbuh Agung.

Usai ditusuk menggunakan pisau oleh pelaku, korban sempat melakukan perlawanan dengan memukulkan helm ke arah wajah pelaku. Namun keduanya kemudian dilerai oleh Teddy, rekan pelaku.

Mendengar adanya keributan, beberapa warga sekitar kemudian keluar rumah. Pelaku bersama rekannya pun bergegas pergi dan kembali ke tempat tongkrongannya untuk minum-minuman keras lagi.

“Setelah pelaku pergi, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Yakkum Purwodadi. Karena luka yang dialami cukup serius, korban kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit di Solo,” tandasnya.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler