Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Fikri menerangkan, sejauh zaman penjajahan Belanda, tanggul-tanggul sungai memang terbuat dari tanah. Yang menjadi masalah yakni ketika tanggul tanah itu terkena limpasan air. Sebab, tanggul rentan jebol.

”Memang kondisi tanahnya yang agak berat ya. Sehingga memang sejak zaman Belanda pun tanggul tanah. Yang masalah itu kan kemarin airnya limpas di atas tanah, sehingga jebol. Kalau tanggul tanah itu nggak boleh limpas. Memang harus kita tingkatkan kapasitasnya,” ungkapnya.

Menurut Fikri, peningkatan kapasitas butuh biaya yang besar. Selain itu, juga butuh perjuangan ekstra untuk diwujudkan.

Sungainya ini harus kita tingkatkan kapasitasnya. Tapi memang butuh pembebeasan lahan, buangannya yang besar, itu yang harus kami pikirkan semua,” kata dia.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler