Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Kepala Desa (Kades) Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah buka suara terkait warganya yang harus iuran untuk memperbaiki jalan rusak di desa setempat.

Kades Tunggulrejo Mustaghfirin menyebut warga hanya kurang sabar saja. Sebab, memang ada banyak titik jalan lain yang kondisinya lebih buruk.

”Lokasi tersebut sudah kami ajukan program (perbaikan) ke Pusat (pemerintah pusat). Tapi masih banyak jalan yang lebih jelek dari pada itu. Ya kesabaran masyarakat yang kurang,” kata dia, Rabu (26/2/2025).

Lebih lanjut, dia memaparkan, jalan tersebut dijanjikan oleh calon legislatif pada pada Pemilu 2024 lalu bahwa akan diperbaiki.

Selain itu, ada pula perjanjian dengan dinas terkait. Karenanya, dirinya tidak memasukkan perbaikan jalan tersebut ke dalam prioritas pembangunan pada tahun ini.

”Lokasi itu, saat mau ada pemilihan legislatif sudah dijanjikan sama caleg (untuk diperbaiki). Itu kan jalan antar desa Tunggul dengan Gabus. Tahun kemarin, saya dan kades Gabus ada penandatangann kerja sama dengan dinas terkait, maka saya tidak anggarkan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, Warga Dusun Tanjunganom, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus rela iuran untuk memperbaiki jalan rusak di dusun setempat. Video detik-detik pengecoran jalan tersebut viral di media sosial.

Frendy, warga setempat menceritakan, perbaikan secara swadaya itu berawal dari keprihatinan warga melihat jalan tersebut rusak bertahun-tahun.

Jalan itu sendiri merupakan jalan penghubung desa, yakni Dusun Sendangsari, Desa Gabus dan Dusun Tanjunganom, Desa Tunggulrejo.

Jalan tersebut, kata dia, ketika musim kemarau banyak menimbulkan debu. Sedangkan ketika musim hujan penuh lubang berlumpur.

Warga pun sebelumnya sudah seringkali membeli batu uruk. Pengurukan dilakukan di setiap awal dan akhir tahun.

Fredy menyebutkan, dari keprihatinan tersebut, Sedulur Rantau Tanjunganom atau Serat menginisiasi betonisasi jalan. Mereka bertindak sebagai donatur utama. Selain itu, warga setempat juga turut ikut menyumbang. Lalu terkumpullah uang sebesar Rp 60 juta.

Pengecoran jalan dengan beton sepanjang 120 meter itu dilakukan dengan ready mix. Ukurannya, lebar 3 meter dengan ketebalan 15 cm.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler