Duh, Realisasi Penyerapan Anggaran di Grobogan Masih Jauh dari Target
Saiful Anwar
Kamis, 24 Juli 2025 16:36:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Hingga pertengahan tahun 2025, realisasi penyerapan anggaran Pemkab Grobogan masih jauh dari target yang ditetapkan. Dari target sekitar 65 persen baru tercapai sekitar 45 persen.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Grobogan Heru Dwi Cahyono menyampaikan, realisasi keuangan dan fisik hingga akhir Triwulan II masih di bawah target.
”Target keuangan Triwulan II sebesar 65,73 persen, namun realisasinya baru mencapai 43,30 persen. Sementara target fisik 68,64 persen, realisasinya 44,65 persen. Ini tentu menjadi catatan penting untuk segera dilakukan percepatan,” ujar Heru, Kamis (24/7/2025).
Untuk diketahui, total alokasi belanja daerah dalam APBD 2025 sebesar Rp 2,94 triliun. Hingga 10 Juli 2025, realisasi keuangan sebesar Rp 1,27 triliun atau 43,30 persen, dengan capaian fisik 44,65 persen.
Bupati Grobogan Setyo Hadi dalam rapat evaluasi pembangunan baru-baru ini menerangkan, capaian tersebut secara umum menunjukkan progres yang cukup baik. Namun, diakuinya masih menyisakan pekerjaan rumah besar bagi sejumlah perangkat daerah.
”Perangkat daerah yang capaian fisik dan keuangannya belum optimal kami minta untuk bekerja lebih keras mengejar ketertinggalan,” ungkap bupati.
Ia juga menekankan pentingnya pengendalian dan evaluasi sebagai bagian dari proses pemantauan pembangunan secara menyeluruh.
Digelarnya rapat evaluasi, menurutnya, bukan sekadar menyampaikan angka. Tapi juga menjadi ruang strategis untuk mengidentifikasi hambatan dan merumuskan solusi bersama.
Tidak Menumpuk di Akhir Tahun...
- 1
- 2



