Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah masih menimbulkan genangan banjir di sejumlah titik.

Titik yang hingga Kamis (23/10/2025) pagi masih tergenang yakni Desa Cingkrong dan Candisari di Kecamatan Purwodadi. Sedangkan, sejumlah desa lain yang sempat terendam sudah surut.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, Desa Cingkrong masih terendam dengan ketinggian air antara 20-40 cm.

Ketinggian air diperkirakan masih naik. Sejumlah warga setempat menyatakan ketinggian pagi ini mencapai seperti bahkan sedada orang dewasa di titik terdalam. 

Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto menyampaikan, banjir di Desa Cingkrong disebabkan luapan Sungai Serang. Banjir mengenangi jalan desa dan permukiman warga di beberapa dusun.

”Ketinggian air di Desa Cingkrong masih sekitar 20 hingga 40 sentimeter. Beberapa dusun yang masih terendam Dusun Cingkrong, Jangkung, Karangmanis, Tegal Giling, Tegal, dan Widuri,” ujar Wahyu.

Secara total, hujan deras yang melanda sejak dia hari lalu mengakibatkan 18 desa di 11 kecamatan terendam.

Kecamatan yang terdampak yakni Geyer, Tanggungharjo, Tegowanu, Kedungjati, Gubug, Klambu, Kradenan, Penawangan, Toroh, hingga Godong dan Purwodadi.

Curah Hujan...

Dijelaskan Wahyu, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai-sungai besar, seperti Sungai Serang, Renggong, Kliteh, Tuntang, dan Jajar Baru.

Selain mengakibatkan banjir, ada dua titik tanggul yang sempat jebol, yakni di tanggul kanan KB1 di Rowosari, Kecamatan Gubug, dan di Sungai Jajar Baru, Desa Anggaswangi, Kecamatan Godong.

”Keduanya sudah dilakukan penanganan oleh pihak BBWS dan masih dalam tahap perbaikan,” tambah Wahyu.

Wahyu menyatakan, pihaknya bersama TNI-Polri, perangkat desa, dan relawan terus melakukan penanganan. Antara lain assessment lokasi terdampak, kerja bakti penambalan tanggul, hingga pendistribusian logistik.

Editor: Supriyadi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler