Santri Grobogan Tenggelam di Sungai Glugu Ditemukan Meninggal
Saiful Anwar
Kamis, 4 Desember 2025 08:20:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Santri bernama Nizam Wicaksono (15) yang tenggelam di Sungai Glugu di Dusun Sendangsari, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ditemukan meninggal pada Rabu (3/12/2025) malam.
Jenazah korban pun dibawa ke rumah duka di Dusun Dalon, Desa Karanganyar, Kecamatan Geyer. Menurut Kasi Pelayanan PMI Grobogan Gesit Kristyawan, jenazah ditemukan sekitar pukul 22.26 WIB saat relawan dan warga melakukan pemantauan dari atas sungai.
"Kami menerima laporan korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tenggelam, sekitar 200 meter," jelas Gesit.
Petugas PMI bersama Inafis dan tim medis dari Puskesmas Toroh 1 kemudian melakukan identifikasi jenazah santri Pondok Pesantren Falah Ki Ageng Mbodo itu. Dijelaskan, atas permintaan keluarga, jenazah diantar menggunakan ambulans PMI menuju rumah duka di Desa Karanganyar, Geyer. Jenazah tiba di rumah duka pada pukul 00.36 WIB.
Sebelumnya diberitakan, seorang santri tenggelam saat bermain di sungai bersama teman-temannya. Kejadian itu berlanhsung sekitar pukul 11.30 WIB. Gesit menjelaskan, setelah menerima informasi adanya orang tenggelam, petugas Posko PMI langsung berkoordinasi dengan Pusdalops BPBD Grobogan.
Tim kemudian melakukan persiapan operasi SAR dan bergabung dengan unsur relawan lainnya menuju lokasi tenggelamnya santri itu. Sesampainya di lokasi, Tim SAR Gabungan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat serta menggali kronologi dari warga dan para saksi.
Berdasarkan keterangan, korban diduga tidak bisa berenang dan terseret arus. Teman korban yang panik kemudian meminta pertolongan warga, hingga akhirnya peristiwa tersebut dilaporkan kepada BPBD dan PMI.
Operasi pencarian terhadap santri itu dimulai pukul 13.00 WIB dengan penyisiran di sekitar titik korban tenggelam hingga radius 1 kilometer. Namun hingga pukul 17.00 WIB, korban belum ditemukan dan operasi dihentikan sementara. Jenazah korban akhirnya ditemukan melalui pemantauan dari bibir sungai.
Editor: Budi Satoso



