Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, GroboganHarga telur di Pasar Nglejok, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah naik.

Menurut pedagang, kenaikan itu terjadi sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) masif berjalan.

Niam, salah satu pedagang di pasar tersebut mengatakan harga telur sebelum program MBG masif berkisar Rp 26 ribu hingga 27 ribu per kilogram. Saat program itu berjalan, harganya naik sampai Rp 4 ribu.

”Setelah ada MBG sekitar Rp 30 ribu per kilogram. Sehari laku 5-7 ikat, satu ikatnya itu 15 kilogram,” ujar dia di sela sambangan Bupati Grobogan dan jajaran jelang Nataru, Senin (22/12/2025).

Ia melanjutkan, kenaikan telur dimungkinkan karena telur yang tersedia terbatas sedangkan permintaan tinggi. Menurutnya, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan menu telur minimal sepekan sekali.

Kendati demikian, menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) harga telur cukup stabil. Ia mengaku tak mempermasalahkan fluktuasi harga asalkan barang tersedia.

”Pedagang ngikut saja, yang penting ada barangnya, bisa dijual. Penjualannya stabil,” katanya.

Pedagang lainnya, Hariyani juga mengungkap hal yang senada. Harga telur dari sebelummya kosaran Rp 24 ribu hingga Rp 26 ribu menjadi Rp 30 ribu setelah MBG masif.

Permintaan banyak...

Justru, kata dia, ada sedikit penurunan harga menjelang Natatu. Padahal, menurutnya permintaan masih banyak, terutama untuk MBG.

”Sempat sampai Rp 30 ribu, ini turun sedikit jadi Rp 29,5 ribu. Sehari selalu laku beberapa krat, satu krat ada yang 10 kilo, ada yang 8 kilo. Tidak pasti karena kita jualan sampai siang saja,” bebernya.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler