Sebanyak 21 desa dari 14 kecamatan sempat terendam dalam banjir Grobogan pada Oktober 2025 lalu.
Titik terparah ada di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi yang banjir akibat luapan Sungai Serang. Ketinggian genangan di titik terdalam mencapai sedada orang dewasa.
Kades Cingkrong Jasmi mengusulkan dibangun tanggul mengelilingi desanya dan dikabulkan BBWS Pemali Juana. Tanggul setinggi sekitar 3 meter segera dibangun usai banjir surut.
Murianews, Grobogan – Sepanjang 2025, banjir berkali-kali terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Di antara sekian kali banjir yang melanda, kantor bupati alias pendapa kabupaten yang berada di selatan Alun-Alun Purwodadi itu setidaknya ikut tergenang dua kali.
Berikut ini beberapa peristiwa banjir besar di Grobogan sepanjang 2025.
Banjir Januari 2025
Banjir besar melanda Grobogan di awal tahun dengan sedikitnya 28 desa di 9 kecamatan terdampak. BPBD mencatat, banjir disebabkan belasan titik tanggul jebol.
Sungai Tuntang sendiri jebol di tiga titik, yakni di Desa Papanrejo dan Baturagung Kecamatan Gubug serta Tinanding di Kecamatan Godong.
Banjir saat itu juga turut menggenangi kantor Bupati Grobogan di kawasan Alun-Alun Purwodadi.
Banjir tersebut mengulang tahun sebelumnya, 2024 di mana kantor orang nomor satu di kabupaten itu tergenang cukup tinggi.
Banjir Maret 2025
Sungai Tuntang di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug kembali jebol pada Maret 2025. Jebolan ini terjadi di tengah proses perbaikan di titik jebolan sebelumnya pada Januari.
Jebolnya tanggul pada Maret itu berdampak pada desa-desa sekitar seperti Ringinkidul, Cangkring, bahkan hingga Tunjungharjo di Kecamatan Tegowanu.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi didampingi Bupati Setyo Hadi yang baru saja dilantik sekitar dua pekan sebelumnya turut meninjau lokasi saat itu. Mereka melihat kondisi banjir hingga pengungsi di gereja dan masjid setempat.
Banjir Mei 2025
Bulan Mei yang biasanya sudah masuk kemarau bahkan kekeringan, perubahan iklim membuat Grobogan kembali dilanda hujan deras hingga banjir.
Kantor Bupati Grobogan kembali tergenang dalam banjir kali ini. Wilayah yang terparah terdampak yakni Desa Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu di mana Sungai Renggong jebol hingga air mengalir ke pemukiman warga.
Wagub Jateng Gus Yasin meninjau banjir di Tanggirejo saat itu. Ia saat menyebut, banjir disebabkan salah satunya karena kerusakan lingkungan.
Banjir Oktober 2025
Sebanyak 21 desa dari 14 kecamatan sempat terendam dalam banjir Grobogan pada Oktober 2025 lalu.
Titik terparah ada di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi yang banjir akibat luapan Sungai Serang. Ketinggian genangan di titik terdalam mencapai sedada orang dewasa.
Kades Cingkrong Jasmi mengusulkan dibangun tanggul mengelilingi desanya dan dikabulkan BBWS Pemali Juana. Tanggul setinggi sekitar 3 meter segera dibangun usai banjir surut.
Editor: Cholis Anwar