Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai sumber masalah utama dalam kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu diungkapkannya usai menjenguk pasien dugaan keracunan MBG di RSUD Soedjati Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (13/1/2026).

Menteri Pigai menyatakan, faktor utama penyebab insiden itu yakni kurangnya profesionalisme dan kompetensi dalam proses pengolahan makanan oleh SPPG.

”Ternyata sumber masalah yang muncul ini adalah dari SPPG. Maka kami akan melakukan perbaikan dan evaluasi total terhadap SPPG,” ujar dia

Pigai menegaskan, pemerintah tidak menutup mata terhadap dugaan keracunan itu. Dari total 53 juta penerima manfaat MBG saat ini, ia mengakui ada kejadian dugaan keracunan.

Ia menekankan pentingnya standarisasi yang ketat agar penyedia makanan benar-benar menjamin aspek higienis.

”Ketika SPPG itu profesional dan kompeten, mereka akan memberikan masakan yang higienis dan dimasak secara profesional. Ke depan, kejadian seperti sekarang ini tidak boleh terulang lagi,” tambahnya.

Meski mengakui adanya kasus keracunan, Pigai memaparkan data bahwa persentase siswa yang terdampak sebenarnya sangat kecil jika dibandingkan dengan skala nasional program ini.

Terus Melakukan Perbaikan... 

”Meskipun hanya 0,0017 persen, kami tetap bekerja keras karena program ini tulus dan mulia untuk masa depan generasi emas Indonesia. Kami ingin satu orang pun tidak boleh kena (keracunan),” tegas Pigai.

Ia menyatakan, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan. Hal itu demi MBG yang aman bagi siswa-siswi di seluruh Indonesia sebagai generasi penerus bangsa.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler