Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Pemkab Grobogan, Jawa Tengah akan memasang dua videotron berukuran besar di jantung Kota Purwodadi pada 2026. Kedua videotron ini rencananya akan ditempatkan di kawasan Alun-Alun Purwodadi dan Simpang Lima Purwodadi.

Bupati Grobogan Setyo Hadi mengatakan, pengadaan videotron itu direalisasikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jateng dan BKK Purwodadi. Sehingga tidak akan membebani APBD.

Ia menyatakan, keberadaan videotron diharapkan dapat mempercantik wajah kota, sekaligus menjadi sarana informasi dan promosi kegiatan daerah.

”Insyaallah tahun 2026 kita akan punya dua videotron besar di Alun-Alun dan simpang. Ini lewat CSR BKK dan BPD,” ujar Bupati, Selasa (13/1/2026).

Selain itu, Pemkab juga akan memperbanyak lampu penerangan jalan hingga penataan trotoar. Sehingga lebih representatif dan ramah bagi pejalan kaki.

Sementara, untuk penanganan banjir, Bupati mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Salah satu proyek yang disiapkan adalah pembangunan sodetan di sekitar kawasan rumah bupati hingga penanganan drainase dari Taman Segitiga Emas menuju Kali Sadon di sisi barat Pasar Induk Purwodadi.

Ia memaparkan, proyek sodetan tersebut merupakan program pemerintah pusat dengan skema multiyears. Nilai anggarannya sekitar Rp 50 miliar.

Kota Harus Tertata... 

Menurut Bupati Hadi, jika penataan kota dilakukan secara ideal, kebutuhan anggaran pembangunan daerah setidaknya mencapai Rp 600 miliar. Namun, realitas anggaran membuat pemkab harus memutar otak untuk menjalankan program.

”Anggaran memang terbatas, tapi kota tetap harus tertata,” tegasnya.

Dari dana APBN, Bupati menyebut Pemkab akan mendapat anggaran sekitar Rp 16 miliar untuk pengecoran jalan di wilayah barat hingga pembangunan ruas jalan di Kecamatan Kedungjati.

Selain dana dari pemerintah pusat, Grobogan juga menerima bantuan bantuan keuangan provinsi sebesar Rp 140 miliar.

Anggaran itu dapat dimanfaatkan untuk pembangunan talud desa, trotoar, hingga penataan kawasan perkotaan dengan standar yang lebih baik.

Bupati juga menargetkan pelebaran Jalan Purwodadi-Blora hingga Terminal Tarub dapat terealisasi pada 2026. ”Jalur itu vital karena kan lintasan bus dan kendaraan besar,” katanya.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler