Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Bocah SD di Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah harus absen dua pekan gegara keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Setelah kembali masuk sekolah, ia pun trauma dan tak mau menerima MBG.

Bocah itu yakni L, siswa SD yang dijenguk Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang beberapa waktu lalu.

Ia baru kembali masuk sekolah pada Senin (26/1/2026) hari ini. Namun, ia telah trauma dengan menu MBG.

”Kalau makanan basah MBG gak mau, tapi snack-nya masih mau,” ujar Auliya, kakak korban.

Korban merupakan salah satu korban keracunan MBG dengan durasi paling lama. Ia tercatat lebih dari dua pekan tak masuk sekolah.

Peristiwa keracunan itu sendiri berlangsung pada Jumat (9/1/2026) lalu. Korban mulai merasa mual pada malam harinya dan makin parah pada keesokan harinya.

”Adik telat saya bawa ke RS. Awalnya saya kira mual biasa, saya belikan obat, ternyata tidak sembuh. Terus ada berita keracunan, baru saya bawa ke RS,” katanya.

Dibawa ke RS...

Korban kemudian dibawa ke RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug. Setelah beberapa hari dirawat, ia pun pulang pada Jumat (16/1/2026).

Namun, ternyata bocah SD itu belum benar-benar sembuh. Keesokan harinya, ia dilarikan sang kakak ke RS PKU Gubug.

Empat hari dirawat, ia lalu dibawa pulang. Namun lagi-lagi bocah itu belum sembuh total.

”Siang panas, malam adem. Begitu terus. Baru sembuh hari Jumat (23/1/2026) kemarin, tapi saya minta sekalian berangkat Senin hari ini,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, sebanyak 804 orang keracunan MBG. Dari jumlah itu, 116 di antaranya harus dirawat di RS dan puskesmas.

Belakangan diketahui, keracunan itu disebabkan menu MBG tercemar bakteri E Coli.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler