Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Saat ini, kata dia, sebanyak 47 SD telah diusulkan oleh koordinator wilayah (korwil) untuk dilakukan regrouping. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan belum final.

Sudrajat menegaskan, regrouping dilakukan secara selektif. Tidak hanya berdasarkan jumlah siswa, tetapi juga mempertimbangkan jarak antarsekolah, kondisi geografis, serta efisiensi pengelolaan.

”Kalau ada dua sekolah dalam satu pagar, sangat memungkinkan digabung. Dengan kelas paralel, manajemen justru lebih mudah,” imbuhnya.

Namun, sekolah-sekolah di wilayah terpencil tetap akan dipertahankan meski jumlah siswanya minim. Ia menegaskan, regrouping tidak boleh mengorbankan hak anak untuk mengakses pendidikan.

”Kalau sekolahnya jauh di tengah hutan dan tidak ada alternatif terdekat, tetap dipertahankan. Jangan sampai ada anak putus sekolah gara-gara regrouping,” tegasnya.

Ia mengatakan, Tim Disdik akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi. Dari proses itu, akan ditentukan sekolah mana yang benar-benar layak digabung, sekaligus pemetaan guru untuk penempatan berikutnya.

”Sekolah yang diusulkan belum tentu diregrouping. Bahkan, sekolah yang tidak diusulkan bisa saja justru diregrouping setelah diverifikasi,” katanya.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler