Menilik Proses Jamas Pusaka yang Digelar Jelang HUT Tiga Abad Grobogan
Saiful Anwar
Kamis, 26 Februari 2026 20:58:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sementara itu, Sekretaris Disporabudpar Grobogan Yunus Suryawan mengatakan, jamasan pusaka memiliki nilai tersendiri.
Yunus menyatakan, kegiatan itu juga sekaligus untuk konservasi koleksi museum. Momen ini sekaligus menjadi simbol tekad membersihkan hati dan pikiran.
”Ini agar hati pikiran jenih menghadapi kondisi jaman,” kata dia.
Sebagaimana diketahui, berbagai agenda digelar Pemkab Grobogan pada momentum menjelang Hari Jadi Grobogan yang jatuh pada 4 Maret 2026.
Sebelum jamas pusaka, Forkopimda juga telah melakukan ziarah ke makam leluhur Grobogan. Yakni Ki Ageng Selo, Ki Ageng Tarub, Ki Ageng Getas Pendowo, dan Pangeran Puger.
Editor: Anggara Jiwandhana



