Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Dua korban pembacokan di Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sempat dioperasi di RSUD Purwodadi.

Namun, keduanya dan korban lainnya akan segera diperbolehkan pulang. Kedua korban yang sempat dioperasi yakni Markini (63) dan Darsih (63).

”Darsih luka robek di leher dan pipi kanan. Markini patah tulang kanan,” ujar Humas RSUD Purwodadi Eros Budi Setiawan, Selasa (31/3/2026).

Eros menambahkan, kondisi keduanya dan tiga pasien lainnya korban pembacokan terus membaik. Adapun tiga pasien lainnya, yakni Nyami (66), Karni (80), serta ayah kandung pelaku sendiri, Suroto (65).

Lebih lanjut, Eros berujar, diperkirakan sore ini para korban itu sudah bisa dipulangkan.

”Sore ini, mungkin habis Maghrib pulang,” imbuhnya.

Sementara, pelaku S dirawat di bangsal jiwa RSUD Purwodadi. Ia memang memiliki riwayat gangguan jiwa.

Sebagaimana diberitakan, seorang pemuda berinisial S, warga Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan mengamuk dan membacok enam orang.

Pelaku Marah-Marah... 

Satu di antaranya akhirnya meninggal, yakni lansia bernama Abu (81). Video detik-detik mencekam saat pelaku membacok tetangganya ramai dibagikan di medsos.

Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo berujar, peristiwa mengerikan itu bermula sekira pukul 15.00 WIB saat pelaku terlihat emosi dan mencari ponsel di rumahnya, Desa Sengonwetan.

”Awalnya pelaku marah-marah di rumah dan sempat mencekik ibu kandungnya hingga tidak sadarkan diri,” ujar AKP Edy Sutarjo, Senin (30/3/2026)

Saat beberapa saksi hendak mengecek kondisi ibu pelaku yang pingsan, pelaku tiba-tiba datang dan langsung mengambil parang dari bawah jok motornya. Tanpa babibu, pelaku langsung membabi buta mengayunkan senjata tajam tersebut.

Para korban semuanya lansia karena tak bisa lari saat dikejar pelaku.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler