Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, GroboganHarga Pertamax naik tajam dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter, atau meningkat nyaris Rp 4000 per liter sejak hari ini, Rabu (10/6/2026).

Kondisi itu pun berpotensi membuat pengguna Pertalite meningkat. Untuk mengantisipasi itu, Disperindag Grobogan telah berkoordinasi dengan paguyuban pengelola SPBU.

Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan menyebut, koordinasi dilakukan agar seluruh SPBU memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi sesuai aturan yang berlaku.

Pihaknya juga meminta pengelola SPBU mengoptimalkan penggunaan sistem barcode subsidi tepat sasaran guna mencegah penyalahgunaan.

”Kami mengimbau SPBU lebih ketat terhadap penyaluran BBM subsidi. Penggunaan barcode subsidi tepat sasaran harus diutamakan,” ujar dia, Rabu (10/6/2026).

Selain kepada pengelola SPBU, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Ia mengatakan, stok BBM di Grobogan saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Sehingga tidak ada alasan untuk melakukan aksi borong.

Konsumen Pindah Pertalite... 

Dijelaskan, peningkatan permintaan Pertalite wajar ketika Pertamax mengalami kenaikan cukup tajam sangat wajar.

”Kemungkinan konsumen pindah ke Pertalite. Pertamax kalau naik harusnya memang permintaan turun,” tambahnya.

Danis mengatakan, pada hari pertama kenaikan Pertamax, masyarakat masih beraktivitas seperti biasa. Dijelaskannya, belum ada tanda perubahan perilaku pembelian BBM.

”Untuk kemungkinan beralihnya pengguna Pertamax ke Pertalite hari ini belum tampak di SPBU. Mungkin masih banyak yang belum mengetahui berita kenaikan harga,” katanya.

Adapun terkait alokasi kuota BBM Grobogan tahun 2026, Danis, sapaannya, hingga kiji pihaknya belum menerima surat penetapan kuota BBM dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

”Untuk kuota BBM tahun 2026 sampai saat ini belum ada surat resmi dari Kementerian ESDM, jadi kami belum bisa menyampaikan data kuotanya,” tandasnya.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler