Sudah Buka SPMB 2 Kali, 44 SMP Negeri di Grobogan Gagal Penuhi Kuota
Saiful Anwar
Rabu, 22 Juli 2026 20:46:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Sebanyak 44 SMP Negeri di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah masih belum memenuhi kuota. Padahal, Dinas Pendidikan Grobogan sudah dua kali Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di tahun ajaran baru 2026/2027.
Berdasarkan data yang diterima Murianews.com, dari total sekitar 12.700 kursi, namun baru terisi 11.500-an kursi.
Adapun SMP negeri yang belum memenuhi kuota tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Bahkan, ada yang berada di kawasan Kota Purwodadi, yakni SMPN 5 Purwodadi.
Sekolah tersebut, baru memenuhi 25 kursi. Sementara, sekolah lainnya, yakni SMPN 1 Kedungjati (83 kursi), SMPN 2 Tawangharjo (61 kursi), SMPN 2 Kedungjati (57 kursi), dan SMPN 5 Satu Atap Geyer (49 kursi).
Sekretaris Disdik Grobogan Suprojo mengatakan, dalam SPMB tahap kedua itu, pihaknya membuka kuota maksimal untuk masing-masing sekolah. Ia khawatir, jika kebijakan itu tak diambil, ada calon murid yang tidak tertampung.
”Jadi dengan masih adanya kuota yang tersisa, menunjukkan kita memberikan akses yang seluas-luasnyanya bagi warga negara untuk mendapatkan pendidikan,” ujar dia, Rabu (22/7/2026).
Terkait beberapa sekolah yang kuotanya tersisa banyak, menurutnya karena pihaknya kalah cepat dalam pembukaan SPMB dengan institusi swasta.
”Untuk beberapa sekolah yang koutanya masih cukup banyak, memang kita kalah cepat dalam pelaksanaan SPMB dengan sekolah-sekolah yang dikelola oleh lembaga lain,” kata dia.
Editor: Zulkifli Fahmi



