Viral Siswa Makan MBG Depan Kelas Ambrol, Disdik Jateng Ambil Tindakan
Saiful Anwar
Kamis, 23 Juli 2026 21:31:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Tengah ambil tindakan usai viral siswa SDN Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan makan MBG di depan kelas yang ambrol atapnya.
Foto-foto yang menggambarkan kondisi itu viral di media sosial baru-baru ini. Kepala Disdik Jateng Sadimin dan rombongan meninjau langsung ke SDN Tanggirejo, Kamis (23/7/2026) sore usai foto tersebut beredar.
Sadimin mengatakan, meski sebenarnya bangunan SD kewenangan kabupaten, Pemprov Jateng merasa ikut bertangtungjawab.
”Memang ini kewenangan kabupaten, tapi yang seperti ini, Pemerintah Provinsi hadir, ikut mengawal. Jangan sampai ini di Jawa Tengah, terus kita tidak tahu. Kita harus tahu,” kata dia.
Sadimin mengaku begitu mendapatkan kabar, ia langsung diperintah Gubernur Ahmad Luthfi untuk meninjau lokasi dalam foto viral tersebut.
”Saya dapat perintah dari Pak Gubernur, saya langsung turun ke lapangan. Tidak hanya di sini, tapi di seluruh jawa tengah. Ada yang dulu SMP, MTs, SD, kami langsung turun ke lapangan,” bebernya.
Ia juga menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengawal revitalisasi sekolah tersebut. Ia juga menekankan jangan sampai menunggu sekolah rusak ambrol atau roboh baru dibangun kemudian.
”Kami koordinasi dengan kabupaten dan pusat. Jangan sampai sekolah sudah roboh baru dibangun. Sebelum roboh, harus dibangun. Maka dicermati, sekolah-sekolah yang mau roboh itu didata, untuk diajukan ke pusat, agar dilakukan revivalusasi,” bebernya.
Akan Direvitalisasi...
Lebih lanjut, Sadimin memaparkan, diperkirakan pada pekan depan sudah bisa dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama atau PKS. Sehingga diketahui besaran anggaran yang bakal didapatkan.
Ia mengaku belum mengetahui anggaran yang bakal disalurkan oleh pemerintah pusat untuk revitalisasi SD dengan atap ambrol tersebut.
”Insyaallah minggu depan bisa PKS kalau sesuai rencana. Barangkali Agustus anggaran bisa cair dan bisa untuk membangun,” katanya.
Di kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 50 juta dari anggaran Unit Pengelola Zakat (UPZ). Anggaran itu, kata dia, bisa dipakai untuk membeli sarana penunjang yang rusak seperti meja dan kursi.
”Kami dari Pemprov Jateng menggunakan dana UPZ, semampu kami, kurang lebih Rp 50 juta. Barangkali untuk beli kursi atau mejanya, sarana yang dibutuhkan. Supaya tidak seluruhnya pusat, tapi Pemerintah Provinsi juga hadir,” tandasnya.
Editor: Zulkifli Fahmi



