Atap SDN Tanggirejo Grobogan Ambrol, Pihak Sekolah Harus Putar Otak
Saiful Anwar
Kamis, 23 Juli 2026 12:58:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan - Atap ruang kelas dan ruang guru SDN Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ambrol. Akibatnya, sekolah mesti memutar otak untuk mensiasati kurangnya ruang kelas.
Hingga kini, belum ada perbaikan di SDN Tanggirejo yang atapnya ambrol tersebut. Namun, dikabarkan perbaikan atap kelas ambrol itu akan segera mungkin dilakukan pada tahun ini.
Putri, salah satu guru SDN Tanggirejo mengungkapkan, atap yang ambrol adalah di ruang guru yang berada di ujung, dan ruang kelas 6 di sebelahnya.
Sedangkan, ruang kelas 5 ambrol di bagian dinding. Namun, kelas 5 dan kelas 4 ikut dikosongkan karena masih satu bagian dengan ruangan yang atapnya yang ambrol, dan dikhawatirkan ikut ambrol juga.
”Awalnya yang ambrol sebenarnya ruang kelas 6, yang dulu saya ajar. Kemudian merembet ke ruang guru. Dikosongkan semuanya karena takutnya nanti ikut ambrol,” ujarnya saat ditemui, Kamis (23/7/2026).
Ambrolnya atap itu secara bertahap sejak Januari 2026 lalu. Meski ruang kelas 6 dan ruang guru sudah ambrol, sebenarnya ruang kelas 4 yang berada di ujung bangunan masih ditempati sampai penerimaan rapor pada Juni 2026 lalu.
”Untuk kelas 4 sebenarnya saat penerimaan raport masih ditempati. Tapi karena khawatir ikut ambrol, akhirnya ikut dikosongkan sejak tahun ajaran baru 2026/2027 ini,” bebernya.
Ia mengungkapkan, total ada 131 siswa di SDN Tanggirejo. Rinciannya, kelas 1 sebanyak 24 siswa, kelas 2 sebanyak 21 siswa, kelas 3 sebanyak 21 siswa, lalu kelas 4 sebanyak 11 siswa, kelas 5 sebanyak 22 siswa, dan kelas 6 sebanyak 32 siswa.
Dikosongkannya tiga ruang kelas dan satu ruang guru membuat pihak sekolah harus memutar otak. Terutama untuk mengatur jam belajar mengajar para siswa SDN Tanggirejo.
”Kelas 3 digabung dengan kelas 4, kelas 6 sendiri karena biar fokus. Untuk kelas 5 di musala, dan kelas 1 bergantian dengan kelas 2. Kelas 1 pagi sampai pukul 10.00 WIB, kemudian kelas 2 sampai pukul 12.15 WIB,” beber Guru SDN Tanggirejo ini.
Editor: Budi Santoso



