Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Tiga kejadian kebakaran melanda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Senin (27/7/2026). Kebakaran ini menimbulkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Ketiga kebakaran di Grobogan terjadi di tiga kecamatan berbeda. Masing-masing di Kecamatan Purwodadi, Kedungjati, dan Ngaringan.

Di Kecamatan Purwodadi, kebakaran menghanguskan dua rumah milik Abdul Rokhim (52) dan Sutar (87) di Desa Putat.

Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto mengatakan, kebakaran mengakibatkan kerugian mencapai Rp 42 juta.

Dijelaskan, rumah milik Abdul Rokhim berukuran sekitar 8 x 12 meter. Sejumlah barang yang ikut hangus dalam kebakaran itu antara lain satu unit sepeda motor, sepeda angin, kipas angin, dua karung kedelai, dan uang tunai sebesar Rp15 juta.

”Kerugian yang dialami korban pertama diperkirakan sekitar Rp30 juta,” katanya.

Sementara itu, rumah milik Sutar yang berada tepat di belakang rumah Abdul Rokhim juga ikut mengalami kebakaran.

Bangunan tersebut mengalami kerusakan bersama sejumlah barang di dalamnya, seperti lemari pakaian, kipas angin, dan uang tunai sebesar Rp9 juta.

”Kerugian pada korban kedua ditaksir sekitar Rp12 juta,” bebernya.

Hasil pemeriksaan petugas kepolisian, kebakaran diduga berawal dari tungku kayu bakar yang sebelumnya digunakan Abdul Rokhim untuk memasak kedelai. Ini adalah bahan produksi tempe.

”Setelah memasak, korban meninggalkan rumah untuk membeli lauk, sehingga api diduga merambat dan membakar rumah miliknya serta rumah orang tuanya yang berada di bagian belakang,” ujarnya.

Rumah Kosong...

Sementara, dalam kebakaran di Kecamatan Kedungjati, api membakar rumah kosong milik Soetardianto (74) di Dusun Kaliratan, Desa Ngombak.

Kapolsek Kedungjati AKP Endro Suseno mengatakan, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp25 juta.

”Rumah yang terbakar merupakan bangunan berbahan kayu berukuran sekitar 10 x 10 meter dan telah lama tidak ditempati pemiliknya,” katanya.

Dijelaskan, kebakaran diduga bermula dari pembakaran sampah di lahan yang ditumbuhi pohon jati di samping rumah korban.

Banyaknya daun jati kering yang terbakar menyebabkan api dengan cepat merambat ke bangunan kosong tersebut. Sehingga akhirnya menghanguskan seluruh bagian rumah.

Di Kecamatan Ngaringan, kebakaran terjadi pada rumah milik Heri Wanto (36) di Desa Pendem. Kebakaran ini mengakibatkan kerugian sekitar Rp5 juta.

Kapolsek Ngaringan AKP Andry Fajar Irianto mengatakan, rumah yang terbakar berbahan kayu dengan konstruksi atap dan dinding yang mudah terbakar.

”Kondisi tersebut menyebabkan api dengan cepat membakar bagian atap dapur sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh warga,” katanya.

Hasil olah TKP menunjukkan kebakaran dipicu korsleting listrik pada sambungan kabel di bagian atas dapur. Percikan api kemudian menyambar papan kayu jati dan anyaman bambu sehingga memicu kebakaran.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler