Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus (Disdikpora Kudus) menargetkan program pertukaran guru dan pelajar bisa tingkatkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan pemerataan mutu pendidikan.

Sekretaris Disdikpora Kudus Anggun Nugroho mengatakan, peserta pertukaran guru diharapkan memanfaatkan program tersebut untuk mempelajari metode pembelajaran, materi, hingga budaya sekolah yang diterapkan di sekolah tujuan. Pengalaman itu kemudian dapat diadopsi di sekolah asal sesuai kondisi masing-masing.

”Seminggu pertama mungkin lebih banyak adaptasi. Minggu kedua mereka bisa mengambil pelajaran, materi, atau budaya sekolah yang ada di tempat baru untuk dibawa ke sekolahnya masing-masing,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Ia meminta sekolah tujuan pertukaran guru turut membagikan praktik-praktik baik yang selama ini diterapkan agar dapat menjadi pembelajaran bagi peserta pertukaran.

”Harapannya sekolah tujuan bisa memberikan praktik baiknya kepada anak-anak dan guru-guru kita, sehingga ending-nya tetap mengarah ke peningkatan kualitas pendidikan. Seperti yang disampaikan Pak Bupati, nanti kualitas sekolah bisa semakin merata,” katanya.

Anggun menjelaskan, program pertukaran guru masih difokuskan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Guru peserta diharapkan dapat saling bertukar metode pembelajaran dan cara penyampaian materi agar lebih mudah dipahami siswa.

Meski demikian, menurutnya tidak semua praktik yang diterapkan di sekolah tujuan dapat langsung diadopsi karena kondisi setiap sekolah berbeda.

”Tidak semua bisa dipraktikkan di sekolah asal. Yang diambil adalah praktik baik yang memang bisa diadopsi. Minimal mereka mendapat insight baru dan wawasan baru untuk pembelajaran di sekolahnya masing-masing,” jelasnya.

Program...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler