Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Labuhanbatu – Banjir yang melanda Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatra Utara, hampir sepekan terakhir sejak Senin (28/8/2023) lalu memakan korban. Hingga Jumat (1/9/2023) kemarin, sudah ada dua warga yang meninggal.

Melansir laman resmi BNPB, banjir di Labuhanbatu itu melanda beberapa desa di Kecamatan Bilah Hilir. Hal itu dikarenakan air Sungai Bilah meluap lantaran tingginya intensitas hujan lebat dengan durasi panjang.

Petugas BPBD Labuhanbatu Daniel Hamonangan Manurung mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, beberapa desa di Kecamatan yang terdampak banjir di antaraya Desa Negeri Lama, Negeri Lama Seberang, Negeri Baru, Kampung Bilah, Sei Tarolat, Sei Tampang, Perkebunan Sennah dan Sennah.

”Ketinggian air mencapai 1 hingga 2 meter dan mengakibatkan kerusakan rumah warga. Penilaian sementara sejumlah rumah mengalami rusak ringan hingga berat,” katanya.

Sementara, lanjutnya, korban meninggal ada dua orang. Satu korban meninggal akibat terseret arus banjir saat sedang menangkap ikan. Sedangkan satu korban lainnya seorang bocah yang terperosok ke dalam parit yang tergenang banjir.

”Kedua korbam meninggal tersebut telah berhasil dievakuasi oleh petugas dan telah dikuburkan,” ujarnya.

Selain korban jiwa, Daniel menyebutkan sekitar 1.046 KK telah mengungsi sementara waktu ke rumah warga yang tidak terkena banjr dan tenda pengungsian.

”Kami membantu warga untuk melakukan evakuasi menuju ke tempat aman,” tambahnya.

Merespons bencana di kawasan itu, pemerintah daerah sedang melakukan upaya penanganan darurat. Bupati Labuhanbatu, dr Erick Atrada Ritonga MKM melalui BPBD berusaha untuk membantu masyarakat terdapat dengan mengerahkan potensi daerah dan tetap berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sumatra Utara.

Di samping itu, BPBD setempat telah menyiagakan tim medis dan mendistribusikan bantuan makanan kepada para warga yang terdampak banjir. Para personel gabungan bersiaga untuk membantu warga yang membutuhkan evakuasi maupun mereka yang berada di pengungsian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Labuhanbatu Darwin Yusmah mengimbau warganya untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan,

Sebelumnya, banjir melanda Kecamatan Rantau Selatan pada Senin lalu (28/8/2023). Sebanyak 102 KK terdampak banjir dan tidak ada warga yang menjadi korban jiwa pada peristiwa itu.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler