Anak di Kalteng Tega Gorok Ibu Kandung Gegara Sering Dimarahi
Supriyadi
Rabu, 22 November 2023 15:45:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kotawaringin Barat – Persitiwa memilukan terjadi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng). Seorang pemuda berusia 22 tahun berinisial MF tega membunuh ibu kandungnya sendiri berinisial WT (44) dengan cara mencekik dan menggorok leher.
Kejadian itu sontak membuat warga di Kotawaringin Barat geger. Apalagi, diduga kuat motif pembunuhan tersebut lantaran pelaku sakit hati lantaran dimarahi saat kuliah di Semarang tiga hari sebelum kejadian.
Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono mengatakan, pembunuhan tersebut terjadi Minggu (19/11/2023) sekitar pukul 16.30 WIB. Pihaknya pun membenarkan dugaan pembunuhan tersebut terjadi lantaran pelaku sakit hati usai dimarahi via telepon.
”Tersangka ini mahasiswa di Semarang. Pelaku mengaku sering dimarahi lewat telepon dan memutuskan pulang,” katanya seperti dilansir Detik.com, Rabu (22/11/2023).
Saat kejadian, pelaku yang mendatangi korban juga sempat terlibat cekcok. Saat itu, korban menyebut pelaku sebagai anak dajjal hingga menyebut pelaku bukan anaknya. Hal itulah yang diduga kembali menyulut emosi tersangka.
”Korban mengatakan kalau tersangka ini anak dajjal hingga menyebut pelaku bukan anaknya. Itu yang membuat tersangka ini langsung mencekik korban,” terangnya.
Selanjutnya, pelaku memukul wajah kanan korban sebanyak dua kali kemudian menjatuhkan tubuh korban ke lantai. Pelaku juga menarik korban hingga tersungkur di lantai.
”Saat korban mau bangun tersangka memukul lagi bagian belakang kepala korban empat kali dan samping kanan dengan setrika,” paparnya.
Seolah kesetanan, pelaku tetap melanjutkan aksinya meski korban sudah bersimbah darah. Pelaku akhirnya mengambil pisau di dapur dan menyayat leher korban sebanyak tiga kali.
Nyawa korban pun tak tertolong. Pascakejadian, pelaku disebut menunggui jasad korban dan sempat lemas merenungi perbuatannya sendiri.
”Tersangka sempat semalam menunggui mayat ibunya dikarenakan lemas, masih syok dengan apa yang dilakukannya. Esok harinya baru menyerahkan diri ke Polsek Pangkalan Lada,” pungkasnya.



