Cuaca Ekstrem Mengintai Hingga Lebaran, BMKG Minta Antisipasi Ini
Supriyadi
Selasa, 11 Maret 2025 10:57:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurut prediksi BMKG, pada 10 hari pertama April, yang bertepatan dengan arus balik Lebaran, hujan lebat berdurasi singkat tetap berpotensi terjadi, terutama di wilayah pesisir dan daerah rawan longsor.
Sebagai langkah mitigasi cuaca ekstrem, BMKG mengungkap berpeluang memperpanjang operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga akhir Maret atau menjelang Idulfitri 1445.
Dwikorita mengatakan pemerintah menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.
”Tadi saya sampaikan, jadi 10 hari terakhir Maret itu masih ada hujan. Bisa hujan lebat juga, tapi durasinya singkat, melemah dibandingkan saat ini,” kata Dwikorita seperti dilansir CNN Indonesia pekan lalu.
Dia mengatakan potensi cuaca ekstrem berdurasi singkat itu akan diantisipasi dengan modifikasi cuaca jelang periode Idulfitri.
Modifikasi cuaca sudah mulai dilakukan saat ini untuk menekan curah hujan di wilayah terdampak banjir, termasuk di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
”April itu sudah mulai kemarau, jadi insyaallah lebih baik. Kemungkinan ada cuaca ekstrem, tapi durasinya singkat. Tapi kita siapkan modifikasi cuaca seandainya terdeteksi, ekstrem itu kan bisa dideteksi,” ungkap dia.



