Tangkap Peluang, KemenP2MI Siapkan Terapis Spa Kerja ke Luar Negeri
Supriyadi
Kamis, 29 Mei 2025 13:24:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) mulai berfokus pada pengembangan terapi spa sebagai sektor potensial untuk penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di bidang hospitality.
Langkah ini diambil setelah KemenP2MI mendapat masukan dari para duta besar Indonesia di beberapa negara berkembang.
”Berdasarkan masukan dari para dubes kita yang pernah saya temui, spa terapis menjadi sektor yang perlu kita seriusi,” kata Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani seperti dilansir Antara, Kamis (29/5/2025).
Christina menjelaskan KemenP2MI telah menjajaki berbagai LPK yang khusus melatih terapis spa profesional, seperti Mandara Spa Training Centre, Nirvana Bali Spa, dan Bali Saraswati Spa Academy.
Kunjungan ini bertujuan untuk mengamati langsung proses pelatihan, kurikulum, dan kesiapan lulusan untuk bekerja di luar negeri, tidak hanya di hotel-hotel domestik.
Selain itu, KemenP2MI berencana menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk meningkatkan branding terapi spa Indonesia di pasar internasional.
Christina mengakui bahwa selama ini branding terapi spa di luar negeri masih didominasi oleh Thailand, padahal Indonesia memiliki potensi besar.
”Padahal Indonesia bisa juga mengambil peluang ini, diperlukan branding dan upaya yang lebih strategis dari pemerintah,” ujarnya.
Gandeng LPK...
- 1
- 2



