Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Saat OTT, KPK mengamankan uang tunai senilai Rp 2,6 miliar yang diduga hasil pemerasan jabatan periode 2025–2030.

Meski begitu, Bupati Sudewo melontarkan pembelaan keras saat hendak dibawa ke rutan. Ia mengaku tidak tahu-menahu soal praktik transaksional tersebut dan merasa menjadi korban motif politik.

”Saya menganggap saya ini dikorbankan. Saya betul-betul tidak mengetahui sama sekali,” ujar Sudewo.

Ia bahkan menuding adanya unsur politis di balik lokasi penangkapan. "Terhadap tempat kejadian OTT di Kecamatan Jaken, hampir semua kepala desa di sana memang tidak mendukung saya saat Pilkada 2024," tambahnya.

Sudewo bersikeras bahwa dirinya justru sedang menggodok draf Perbup seleksi perangkat desa dengan sistem CAT agar tidak ada celah kecurangan.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler