Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aliran dana dan sumber pembiayaan aktivitas Ridwan Kamil selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2018–2023.

Penelusuran ini dilakukan sebagai bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa tim penyidik fokus membedah sumber biaya perjalanan dan kegiatan Ridwan Kamil, baik di dalam maupun luar negeri.

”Pembiayaannya dari mana? Apakah full (seluruhnya) dari APBN, atau seperti apa?” ujar Budi seperti dilansir Antara, Rabu (4/2/2026).

Selain pembiayaan aktivitas dinas, KPK juga meneliti sumber penghasilan lain yang diterima Ridwan Kamil selama menjabat. Data ini nantinya akan disandingkan dengan daftar aset yang dimiliki mantan Gubernur Jawa Barat tersebut.

”Selain sebagai gubernur, apakah ada penghasilan lainnya? Ini kemudian dikroscek dengan aset-aset yang dimiliki,” tambah Budi.

Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat keterkaitan antara kekayaan pribadi dengan dana operasional iklan Bank BJB yang diduga dikorupsi.

Sebelumnya, pada 10 Maret 2025, KPK telah menggeledah kediaman Ridwan Kamil dan menyita sejumlah aset berupa sepeda motor hingga mobil.

Kerugian Negara...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler