Menanggapi situasi keamanan yang tidak menentu, Kementerian Agama telah mengeluarkan imbauan resmi bagi calon jemaah umrah untuk menunda keberangkatan mereka ke Tanah Suci hingga kondisi kembali kondusif.
Eskalasi di Timur Tengah semakin meruncing setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi dimulainya operasi tempur besar-besaran di Iran.
Serangan roket gabungan AS-Israel dilaporkan telah menghantam Teheran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel serta sejumlah target di Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Bahrain.
Di tengah situasi yang mencekam, Pemerintah Indonesia berupaya mengambil peran aktif dalam diplomasi perdamaian.
Murianews, Jakarta – Anggota Komisi VIII
, Maman Imanul Haq, meminta pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di kawasan Timur Tengah untuk segera mengambil langkah darurat.
Hal ini menyusul eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang berdampak langsung pada keselamatan ribuan jemaah umrah asal Indonesia.
Maman menegaskan bahwa perlindungan WNI harus menjadi prioritas utama negara dalam situasi krisis ini.
Serangan militer yang terjadi pada 28 Februari 2026 tersebut telah memicu penutupan wilayah udara di sekitar zona konflik, yang mengakibatkan banyak jemaah umrah tertahan di berbagai bandara transit tanpa kepastian kepulangan.
Pemerintah didesak untuk segera melakukan koordinasi lintas sektoral yang intensif antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Perhubungan.
Sinergi ini diperlukan untuk menyusun skema mitigasi konkret, mulai dari pendataan jemaah yang terdampak, pengalihan rute penerbangan, hingga penyediaan akomodasi sementara bagi jemaah yang terlantar di negara transit.
Selain aspek logistik, Maman juga menyoroti pentingnya pembentukan pusat informasi resmi satu pintu. Langkah ini krusial untuk mencegah kepanikan keluarga jemaah di tanah air dan membendung penyebaran informasi hoaks di media sosial. Ia mengimbau agar pemerintah menjadi rujukan utama informasi selama masa krisis ini berlangsung.
Berdasarkan data terbaru dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi.
Situasi Tak Menentu...
Menanggapi situasi keamanan yang tidak menentu, Kementerian Agama telah mengeluarkan imbauan resmi bagi calon jemaah umrah untuk menunda keberangkatan mereka ke Tanah Suci hingga kondisi kembali kondusif.
Eskalasi di Timur Tengah semakin meruncing setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi dimulainya operasi tempur besar-besaran di Iran.
Serangan roket gabungan AS-Israel dilaporkan telah menghantam Teheran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel serta sejumlah target di Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Bahrain.
Di tengah situasi yang mencekam, Pemerintah Indonesia berupaya mengambil peran aktif dalam diplomasi perdamaian.