Desak Selat Hormuz Dibuka, Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran
Supriyadi
Senin, 6 April 2026 07:57:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Iran merespons dengan meluncurkan ribuan pesawat tak berawak (drone) dan rudal yang menargetkan wilayah Israel.
Tidak hanya itu, serangan juga diarahkan ke Yordania, Irak, hingga negara-negara Teluk yang menjadi basis pangkalan militer Amerika Serikat.
Blokade di Selat Hormuz menjadi senjata terakhir Iran untuk menekan komunitas internasional. Mengingat signifikansi jalur tersebut bagi distribusi minyak dunia, ancaman serangan AS terhadap pembangkit listrik Iran diprediksi akan memicu lonjakan harga energi global dan memperburuk krisis kemanusiaan di dalam negeri Iran sendiri.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau pergerakan armada tempur AS di kawasan tersebut, sementara badan-badan dunia menyerukan deeskalasi guna mencegah terjadinya perang total yang lebih fatal.



