Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi merilis pemutakhiran prediksi puncak musim kemarau di Indonesia.

Musim kemarau diprediksi mulai melanda sebagian besar wilayah Indonesia sejak Juni 2026, dengan puncaknya yang diperkirakan terjadi pada Agustus dan September 2026.

Sifat kemarau kali ini diprediksi datang lebih cepat (maju) dari normalnya, dengan curah hujan berkategori bawah normal alias jauh lebih kering.

Atas kondisi ini, BMKG meminta seluruh pihak terkait segera menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa sebaran puncak musim kemarau tidak terjadi secara serentak, namun mayoritas wilayah daratan Indonesia akan merasakannya pada bulan Agustus.

”Adapun untuk puncak musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia di 369 zona musim mencakup 48,84% luas daratan Indonesia, diprediksi mengalami puncak kemarau pada bulan Agustus 2026,” ujar Faisal seperti dilansir Antara, Rabu (10/6/2026).

Daerah Terdampak...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler