Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Pati, Niken Tri Meiningrum mengatakan awal tahun ini sekitar 7 ribu hektare lahan pertanian padi dipastikan gagal panen akibat banjir.
Ribuan hektare yang terkena dampak banjir tersebut berada puluhan desa di 10 Kecamatan. Yakni Kecamatan Margorejo, Pati, Gabus, Kayen, Sukolilo, Jakenan, Juwana, Dukuhseti, Tayu, dan Wedarijaksa.
’’Banjir pertama belum sempat surut, ini terkena lagi. Dari 7.242 hektare yang terkena banjir, 6.642 hektare dinyatakan puso. Yang jelas kita luas panennya pasti akan berkurang. Dari 7.242 yang terkena itu akan mengurangi produksi kita. Rata-rata setiap hektarnya 6 ton,’’ ujar Niken, Selasa (14/3/2023).
Baca: Perbaikan Jalan Pati-Gembong Dianggarkan Rp 900 Juta
Ribuan hektare lahan pertanian padi yang gagal penen ini membuat produksi padi di Pati menurun hingga 42 ribu ton pada tahun 2023 ini. Meski demikian, ia yakin produksi padi di Bumi Mina Tani masih surplus.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



