Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Terlebih, para petani sudah menanami lahan mereka dengan tanaman padi sejak sebulan lalu. Sehingga, dengan kondisi ini pun mereka khawatir apabila tanamannya mati.

Salah satu petani desa tersebut, Suparman, pun mengeluhkan kondisi ini. Ia khawatir sawahnya gagal panen. Apalagi mulai Mei hingga Oktober 2023 diprediksi memasuki musim kemarau panjang.

BacaWaspada Gelombang Panas, Ini Bahayanya bagi Tubuh dan Kulit

”Ini terlanjur (tanam), hujannya ndak mau turun. Jadi susah cari air. Kita juga takut karena mulai bulan Mei ada kemarau panjang,” kata dia.

Suparman dan petani Desa Ngawen lainnya pun harus memutar otak. Mereka berencana memanfaatkan aliran air dari Waduk Gembong. Para petani berharap waduk ini tak terpengaruh kemarau panjang.

”Biasanya bisa ambil air dari Waduk Gembong. Nanti kita iuran untuk ambil air itu,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Pelaksanaan Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya meminta para petani untuk menanam komoditas pertanian yang tahan suhu panas daripada tanaman yang memerlukan banyak air seperti padi.”Harus disiapkan masyarakat untuk menghadapi kekeringan ini. Petani, kami minta mengganti tanaman yang tahan panas. Karena sangat tidak ideal kalau menanam padi,” tutur dia.Ia mengatakan, saat ini Kabupaten Pati sudah memasuki pancaroba. Suhu di Kabupaten Pati sudah mengalami kenaikan dari sebelumnya di bawah 30 drajat celsius saat ini lebih dari 30 drajat celsius.BacaEkstrem, Suhu Puncak Gunung Lawu Tembus 3 Derajat saat Dini Hari”Suhu di Kabupaten Pati sekitar 33 drajat celsius. Kita bersyukur karena suhu ini tergolong normal karena ini peralihan musim,” pungkas dia.https://youtu.be/8EBKWdny2ZIEditor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler