Cuaca Ekstrem, Lahan Sawah di Margorejo Pati Mulai Retak-Retak
Umar Hanafi
Sabtu, 29 April 2023 12:59:15
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Terlebih, para petani sudah menanami lahan mereka dengan tanaman padi sejak sebulan lalu. Sehingga, dengan kondisi ini pun mereka khawatir apabila tanamannya mati.
Salah satu petani desa tersebut, Suparman, pun mengeluhkan kondisi ini. Ia khawatir sawahnya gagal panen. Apalagi mulai Mei hingga Oktober 2023 diprediksi memasuki musim kemarau panjang.
Baca: Waspada Gelombang Panas, Ini Bahayanya bagi Tubuh dan Kulit
”Ini terlanjur (tanam), hujannya ndak mau turun. Jadi susah cari air. Kita juga takut karena mulai bulan Mei ada kemarau panjang,” kata dia.
Suparman dan petani Desa Ngawen lainnya pun harus memutar otak. Mereka berencana memanfaatkan aliran air dari Waduk Gembong. Para petani berharap waduk ini tak terpengaruh kemarau panjang.
”Biasanya bisa ambil air dari Waduk Gembong. Nanti kita iuran untuk ambil air itu,” ujar dia.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



