Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pilot project pengentasan stunting itu bertajuk ”Aktual Yakin Obyektif Bersama Identifikasi Stunting atau Ayo Berdenting”. Dua desa diresmikan sebagai desa percontohan.
”Kami akan mengadakan pemeriksaan bersama di dua desa tersebut. Kita akan lakukan kegiatan ini bersama rumah sakit serta pihak desa,” kata Kepala Dinkes Pati Aviani Tritanti Venusia seusai acara lounching Rabu (14/6/2023).
Baca: Stunting Mengintai Dua Desa di Pati, 70 Anak Terindikasi
Diketahui, dua desa itu masuk ke dalam lokus desa stunting di tahun 2023 ini karena tingginya stunting di tempat tersebut. Terdapat 35 anak, bayi dan balita di masing-masing desa yang terkena stunting.
Bagi Aviani upaya turun ke desa menjadi penting untuk memastikan kembali data stunting. Apalagi menurutnya belum tentu kurangnya tinggi badan merupakan dampak asupan kekurangan gizi hingga menyebabkan stunting.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan Dinkes Pati di ke-dua desa pilot project tersebut misalnya dapat sebagai acuan. Dari 35 anak yang diperiksa Aviani mengklaim hanya 10 persen atau 3 anak saja yang mengalami stunting. Sedangkan sisanya murni pendek karena genetik.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



