Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Puluhan emak-emak Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, ngamuk dengan aktivitas truk tambang, Senin (7/8/2023). Bahkan mereka menyetop truk yang bermuatan batu padas tersebut.

Akibat dari itu, pihak kepolisian dan pemerintah Kecamatan Sukolilo pun memanggil para penambang, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa di Aula Kecamatan Sukolilo pada Rabu (9/8/2023) kemarin.

Dalam pertemuan menyampaikan ulang tuntutan dari emak-emak yang menghadang truk tambang tersebut. Mulai dari debu, masalah muatan yang diturunkan sembarang, penyiraman jalan, jam operasional truk hingga kebut-kebutan truk tambang yang dianggap meresahkan.

Camat Sukolilo Andrik Sulaksono mengatakan pertemuan sebagai tindak lanjut dari aksi viral ibu rumah tangga Senin (7/8/2023) kemarin. Dari pertemuan itu empat poin yang dikeluhkan telah disepakati.

”Poin pertama terkait penyiraman jalan tadi disepakati akan dilakukan dua kali. Tetapi bisa lebih fleksibel ketika melihat kondisi yang ada,” kata Andrik.

Sementara mengenai penurunan muatan  truk secara sembarang saat ada kerusakan disepakati harus segera dilakukan evakuasi. Sehingga muatan truk yang diturunkan tidak mengganggu pengguna jalan.

Apalagi selama ini muatan yang diturunkan cenderung dibiarkan. Akibat ruas jalan Sukolilo-Prawoto mengalami penyempitan.

Andrik menambah terkait tuntutan truk tambang yang beroperasi di atas jam delapan disepakati lebih maju. Para pemilik tambang keberatan karena merasa kesiangan.

”Mereka meminta jam operasional tambang mulai jam tujuh. Menurut mereka di jam itu anak SD maupun SMP sudah masuk kelas,” terang Andrik.

Sedang dari pihak kecamatan juga meminta truk harus menggunakan terpal untuk menutup muatan mereka. Andrik meminta jika sopir truk tidak menyiapkan terpal agar tidak dilayani oleh penambang.

”Jika tidak diindahkan kita akan terjun langsung ke penambang untuk mengingatkan,” kata Andrik.

Sementara itu perwakilan penambang Darmanto mengatakan tidak keberatan atas keinginan para ibu rumah tangga yang melakukan protes kemarin sebagai. Menurut Darmanto para pemilik tambang akan memenuhi keinginan mereka.

”Hari ini penyiraman jalan di sepanjang Sukolilo-Prawoto sudah kami  lakukan untuk menjawab keinginan mereka,” pungkas Darmanto.

 

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler