Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Ratusan pedagang di Pasar Juwana Baru, Kabupaten Pati, Jawa Tengah gulung tikar. Para pedagang enggan berjualan lantaran penjualan menurun sejak beberapa tahun terakhir saat pandemi Covid-19 menerpa. 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Hadi Santoso mengungkapkan jumlah pedagang di pasar tersebut semestinya 1.921 pedagang. 

Jumlah itu terdiri dari 110 kios dan 1.811 los. Namun, 20 persen di antaranya atau sekitar 380 pedagang memilih mengosongkan lapak dagangannya. 

”Banyak yang tak berjualan. Hampir merata di seluruh pasar. Tapi rata-rata di Pasar Juwana banyak yang tidak berjualan terutama di lantai dua. Penurunan dari jumlah pedagang sekitar 20 persen di Pasar Juwana. Jumlah keselurahan untuk kios 110 dan los sebanyak 1.811,” kata Hadi, Sabtu (18/11/2023). 

Ia menduga, banyaknya pedagang yang enggan membuka lapaknya lantaran adanya penurunan daya beli masyarakat. Menurutnya, saat ini masyarakat lebih tertarik membeli barang di toko online maupun mall. 

”Kemungkinan penurunan daya beli masyarakat sehingga peminat ke pasar menurun. Karena juga beralihnya prilaku masyarakat. Barang-barang jual di online sehingga mempengaruhi pasar,” kata Hadi. 

Ia mengungkapkan kebanyakan pedagang yang gulung tikar itu berada di lantai dua. Masyarakat semakin enggan untuk capek-capek naik ke lantai dua hanya untuk memenuhi kebutuhan. 

Sebenarnya ada parkiran kendaraan di lantai dua. Namun, para pembeli masih jarang yang melirik pedagang di lantai tersebut. Maka dari itu, pihaknya tengah mengkaji agar ada parkiran di lantai dua bisa lebih ramai. 

”Langkah kita kaji akses ke lantai dua (karena) terbatas. Kita kaji masuk lantai dua agar bisa meningkatkan pedagang di lantai dua,” pungkas dia. 

Editor: Supriyadi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler