Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Pati, Jawa Tengah, Eko (45) mendapatkan rezeki nomplok pada Rabu (3/1/2024) kemarin. Ia berhasil menangkap ikan baramundi berukuran jumbo di Sungai Tayu.

Video penangkapan ikan yang juga sering disebut sebagai ikan kakap putih itu pun viral di media sosial. Video itu diunggah akun Instagram @patisakpore. Saat berita ini ditulis, video tersebut telah ditonton 219 ribu ribu kali.

Saat dihubungi, Eko mengaku sudah tiga kali mendapatkan ikan besar di Sungai Tayu sepanjang hidupnya. Namun, kali ini yang paling besar.

”Sudah tiga kali ini. Tapi tidak pernah ada yang sebesar ini. Ini beratnya sampai 12,5 kilogram,” ucap dia, Kamis (4/1/2024).

Dia menyebut, area sungai di dekat jembatan Tayu kerap didatangi ikan-ikan besar saat air laut pasang. Mengingat, jarak ke laut lepas hanya sekira dua kilometer.

Eko mengatakan, mulanya dia mendapat kabar dari temannya yang sedang memancing ikan belanak. Teman Eko mengatakan bahwa dia melihat ada ikan besar di sungai dekat jembatan.

Tanpa pikir panjang, Eko langsung meluncur ke lokasi sambil membawa senapan panah. Ia pun langsung membidik ikan tersebut. Lantaran sudah ahli, ikan kakap putih itu pun berhasil ditembak.

”Waktu saya pantau dari atas jembatan, ikannya kelihatan. Tidak tunggu lama, saya langsung bidik dan kena. Di anak panahnya ada benang pancing sepanjang 200 meter. Ikannya melawan sampai talinya putus,” kata dia.

Begitu benang pancingnya putus, Eko langsung turun ke sungai bersama temannya. Beruntung, pangkal benang berhasil dia temukan.

”Alhamdulillah saya tarik pelan, ikannya masih nyangkut di ujung anak panah. Akhirnya ikannya saya bawa pulang untuk dimasak dan dimakan bareng keluarga dan teman-teman,” tandas dia.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler