Parkir Kapal di Muara Sungai Juwana Dinilai Perparah Banjir Pati
Umar Hanafi
Kamis, 21 Maret 2024 11:01:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Keberadaan parkir kapal di muara Sungai Juwana, Kabupaten Pati dinilai memperparah banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati pun harus mencari solusi agar kapal-kapal nelayan tersebut bisa dialihkan.
Lebih dari 50 desa di Kabupaten Pati saat ini masih tergenang banjir. Kebanyakan desa-desa itu terletak di bantaran sungai yang juga dikenal Sungai Silugonggo. Di antaranya yakni wilayah Kecamatan Jakenan, Gabus dan Juwana.
Salah satu Desa Bumirejo Juwana, Kartono menyebut ada ratusan kapal yang bersandar di Muara Sungai Juwana. Bahkan kapal-kapal tersebut diparkir dekat dengan permukiman warga.
”Sangat padat parkir kapalnya. Ada 500 lebih. Mulai Utara jembatan hingga di Desa Bendar yang bersebelahan dengan Bajomulyo. Karena para pemilik kapal atau yang menjaga kapal akan berusaha memarkir kapalnya dekat dgn pemukiman,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Tradisional Juwana, Munadirin mengatakan, jumlah kapal yang bersandar di aliran sungai tersebut akan meningkatkan dalam kurun beberapa hari ke depan. Yakni saat menjelang lebaran tiba. Bahkan, ia menyebut jumlahnya kapalnya bisa mencapai ribuan.
”Pertengahan ramadan, jumlah kapalnya akan bertambah. Tak hanya ratusan, tapi sampai ribuan. Karena ketika mau lebaran pastinya mereka akan pulang,” ungkapnya.
Kondisi ini yang menurutnya akan memperparah banjir yang melanda sejumlah wilayah di bantaran Sungai Silugonggo. Mengingat sebagian besar wilayah yang dilintasi aliran Sungai Juwana sudah terendam banjir.
”Desa-desa yang berada di Sungai Juwana sudah 90 persen terendam banjir. Sedangkan kapal yang parkir itu berukuran 100 GT lebih. Dengan panjang 30 meteran. Ini akan jelas menghambat lagi air dari hulu,” sebutnya.
Ia pun meminta pemerintah daerah setempat agar segera menindaklanjuti permasalahan ini. Yakni dengan mempercepat proses pembangunan kolam tambat yang berada di Pulau Seprapat Juwana.
”Kami masyarakat mendorong Pemkab agar mempercepat pembangunan kolam tambat. Sebab itu hanya satu cara untuk mengatasi parkir kapal selama ini. Apalagi pembangunan ini sudah berlangsung bertahun-tahun tapi tidak selesai,” pungkasnya.
Editor: Budi Santoso



