Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Seorang anak buah kapal (ABK) KM Kuro Kuro, Febrian Pamungkas (25) terpleset dan terjatuh di Sungai Juwana Pati, Senin (24/3/2025) malam kemarin. Jasad pemuda asal Kabupaten Kudus itu ditemukan tak bernyawa alias meninggal dunia.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin, (24/03/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Kejadian itu bermula saat KM Kuro Kuro sedang melakukan proses penarikan KM Puji Jaya Poler (GT 29) dari dok perbaikan sekitar pukul 18.45 WIB.

Posisi kedua kapal yang berhimpitan dengan KM Aji Mina Perkasa (GT 98) mengharuskan Febrian untuk memindahkan tali pengikat di buritan KM Aji Mina Perkasa.

”Korban terpeleset dan jatuh ke sungai. Saksi yang berada di lokasi kejadian langsung berupaya menolong korban dengan menyelami sekitar lokasi,” ungkap Kompol Hendrik Irawan, Kasat Polairud Polresta Pati, Selasa (25/3/2025)

Lebih lanjut, laporan kejadian diterima oleh Satpolairud Polresta Pati pada pukul 19.15 WIB. Tim yang dipimpin oleh Kanit Patroli IPDA Sunardi, segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

”Setelah dilakukan pencarian di sekitar TKP, korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi kepala terbenam di dalam lumpur,” jelas Kompol Hendrik Irawan.

Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis Satreskrim Polresta Pati dan tim medis Puskesmas Juwana terhadap jenazah menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dilakukan pemeriksaan...

Jenazah Febrian kemudian dievakuasi ke RSUD Suwondo Pati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

”Kami telah melakukan tindakan Kepolisian dengan menerima laporan, mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi, melakukan pencarian terhadap korban serta melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap mayat korban,” tambah Kompol Hendrik Irawan.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan kerja di lingkungan perairan. Kondisi alur sungai yang licin dan berarus deras dapat menjadi sangat berbahaya, terutama saat melakukan manuver kapal.

Para pekerja diharapkan selalu mengenakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dan mematuhi prosedur keselamatan kerja yang berlaku.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler