Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Kehidupan memilukan dialami Mbah Jemi (81), seorang nenek yang tinggal sebatang kara di Desa Sarimulyo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Di tengah keterbatasan, Mbah Jemi harus bertahan hidup mengandalkan belas kasih dari saudara dan tetangga di sekitarnya.

Kondisi rumah yang ditinggali Mbah Jemi jauh dari kata layak. Berdinding anyaman bambu (gedek) dan beralaskan tanah. Kondisinya kontras dengan rumah-rumah lain di desa tersebut yang umumnya telah diperbaiki dan diperindah.

Nenek renta ini kerap merasa khawatir saat hujan deras disertai angin kencang. Air hujan seringkali masuk ke dalam rumahnya.

Sebelumnya, Mbah Jemi tinggal bersama adiknya, namun kini ia harus hidup sendiri setelah sang adik meninggal dunia.

Anak kandungnya sendiri telah merantau puluhan tahun lalu dan tak pernah kembali. Saat ini, Mbah Jemi juga harus berjuang dengan kondisi kesehatan yang menurun.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mbah Jemi sepenuhnya bergantung pada kebaikan hati saudara dan tetangga. Dapur di rumahnya nyaris tak pernah mengepul. Makanan sehari-hari seringkali diberi oleh tetangga yang peduli.

Kondisi kamar mandi di luar rumah juga sangat tidak layak bagi seorang lansia. Bahkan, Mbah Jemi tidak memiliki kamar atau tempat tidur yang layak. Selama ini, ia hanya tidur di ”lincak,” sebuah kursi panjang yang terbuat dari bambu.

Beruntung, baru-baru ini ada donatur yang memberikan bantuan kasur sehingga Mbah Jemi kini memiliki alas tidur yang lebih baik.

Butuh bantuan...

Salah seorang tetangga Mbah Jemi, Syaifudin mengungkapkan, rumah nenek tersebut pernah mendapatkan bantuan renovasi dari pihak swasta.

”Ini pernah dapat bantuan, cuma dari swasta. Pernah dibahas dulu. Tapi ndak tahu mungkin ada kendala sehingga belum dapat. Semoga ada perhatian dari pemerintah maupun relawan,” tuturnya.

Kini, Mbah Jemi hanya bisa pasrah menjalani sisa hidupnya. Harapan untuk dirawat oleh anaknya di usia senja tampaknya belum akan terwujud.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler