Menengok Lamporan Soneyan Pati, Tradisi Tolak Bala di Bulan Suro
Umar Hanafi
Jumat, 11 Juli 2025 18:03:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sebagai penutup kirab, warga menggelar acara syukuran lewat sajian nasi sego liwet untuk disantap bersama-sama sekaligus wujud syukur masyarakat pada Tuhan agar hasil panen melimpah.
Adapun Pasukan Ndayak, Andika, dinarasikan sebagai barisan pembawa api atau obor dalam sebuah kegaduhan guna mengusir roh-roh jahat atau pagebluk.
Pasukan dengan busana ala suku dayak merupakan akulturasi budaya suku pedalaman Kalimantan yang dibawa oleh salah satu putra daerah Soneyan yang bertugas sebagai ABRI di luar jawa pada tahun 1957.
”Hingga saat ini istilah Ndayak’an dalam tradisi Lamporan menjadi ciri khas atraksi Budaya Lamporan Soneyan yang dinanti-nanti warga sekitar,” tandas dia.
Editor: Supriyadi



