Harga Gabah di Jakenan Pati Tembus Rp 7.700 Per Kg, Petani Bungah
Umar Hanafi
Jumat, 1 Agustus 2025 14:30:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ia berpandangan, kenaikan yang terjadi di wilayah Kecamatan Jakenan lantaran MT 3 ini banyak petani yang tak menanam padi. Hal itu dipicu sulitnya pasokan air di lahan tadah hujan.
Menurutnya pertanian yang masih menanam padi hanya ada di wilayah tertentu, seperti kawasan yang dekat dengan Sungai Silugonggo. Sedangkan, lahan yang jauh dari Sungai Silugonggo memilih menanam palawija.
”Kalau Kecamatan Jakenan, daerah sekitar Silugonggo tanam padi MT 3, sedang daerah yang jauh dengan Sungai Silugonggo tanam kacang hijau. Menurut saya kurangnya petani menanam padi MT 3 karena faktor air tadah hujan sehingga menyebabkan harga naik,” tandas dia.
Editor: Cholis Anwar



