Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Sebuah video yang memperlihatkan upacara HUT RI ke-80 diganggu parade demo Pati, Jawa Tengah menjadi viral di media sosial. Polresta Pati akhirnya mengungkapkan fakta sebenarnya.

Dalam unggahan video di media sosial Threads, terlihat upacara HUT RI di sebuah lapangan diwarnai dengan parade warga. Video yang diunggah akun @arya_embun.id itu terlihat kelompok parade membawa keranda, motor hingga mengibarkan bendera merah putih.

Unggahan tersebut juga dilengkapi narasi yang menyudutkan warga Kabupaten Pati. ’Upacara di Pati kini dirusak oleh warga. Upacara yang sakral dan saat lagi baca doa malah ada yang demo dengan kendaraan dan menggeber-geber di depan pemimpin ya gaes. Wah kacau’.

Video tersebut diunggah pada Senin (18/8/2025) pagi. Hingga siang, unggahan tersebut telah disukai lebih 9,2 ribu dan mendapatkan 1,9 ribu komentar.

Ketika dikonfirmasi, Kasi Humas Polresta Pati Ipda Hafid Amin membantah video viral tersebut direkam di Kabupaten Pati. Pihaknya menduga video itu dibuat di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

”Itu tidak di Kabupaten Pati. Tapi di kabupaten lain,” ujar Ipda Hafid Amin.

Dirinya pun mengirim video lainnya yang menunjukkan lokasi dan detail upacara HUT RI yang tengah viral tersebut. Usut punya usut, parade tersebut bukan demo. Melainkan parade pertunjukan untuk memperingati HUT RI ke-80 di salah satu sekolahan di Kebupaten Tasikmalaya.

Pihaknya pun meminta masyarakat untuk berhati-hati dan tak cepat percaya dengan video yang beredar tanpa konfirmasi pihak terkait.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler