Sejumlah warga mulai berdatangan di pusat Kabupaten Pati itu sekitar pukul 19.00 WIB. Mereka membawa lilin dari rumah masing-masing.
Selang beberapa saat, satu persatu warga menyalakan lilin dan meletakkan di pinggir Alun-Alun Pati. Hingga akhirnya, Alun-Alun Pati dikelilingi nyala lilin.
Tak berhenti di sana. Salah satu warga menaburkan bunga mawar di sela-sela nyala lilin. Tepatnya di Alun-Alun Pati sebelah utara atau tepat di depan Kantor Bupati Pati.
Perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Hanif Wagirin tak mengetahui inisiator gerakan itu. Ia mengakui sebelumnya melihat pamflet di media sosial tentang Festival 1000 Lilin dan tabur bunga di Alun-Alun Pati.
”Kami dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu tidak tahu dengan kegiatan ini. Pamflet yang menyebar itu tidak ada korlapnya dan penanggung jawabnya,” ujar Hanif kepada Murianews.com.
Ia pun tak tahu menahu apakah ada motif tertentu di baliknya atau memang aksi spontanitas dari warga. Yang pasti, ia menegaskan, aksi itu bukan dari kelompoknya.
”Jadi kayaknya ada permainan di baliknya. Tapi saya ndak tahu mungkin spontanitas warga ya. Tapi yang jelas bukan dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu,” tuturnya.
Murianews, Pati – Sudah sepekan sejak Demo 13 Agustus, Bupati Pati Sudewo tak ngantor di Pendapa Kabupaten Pati. Warga pun berinisiatif menggelar aksi menyalakan lilin dan tabur bunga di Alun-Alun Pati, Rabu (20/8/2025) malam.
Sejumlah warga mulai berdatangan di pusat Kabupaten Pati itu sekitar pukul 19.00 WIB. Mereka membawa lilin dari rumah masing-masing.
Selang beberapa saat, satu persatu warga menyalakan lilin dan meletakkan di pinggir Alun-Alun Pati. Hingga akhirnya, Alun-Alun Pati dikelilingi nyala lilin.
Tak berhenti di sana. Salah satu warga menaburkan bunga mawar di sela-sela nyala lilin. Tepatnya di Alun-Alun Pati sebelah utara atau tepat di depan Kantor Bupati Pati.
Perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Hanif Wagirin tak mengetahui inisiator gerakan itu. Ia mengakui sebelumnya melihat pamflet di media sosial tentang Festival 1000 Lilin dan tabur bunga di Alun-Alun Pati.
”Kami dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu tidak tahu dengan kegiatan ini. Pamflet yang menyebar itu tidak ada korlapnya dan penanggung jawabnya,” ujar Hanif kepada Murianews.com.
Ia pun tak tahu menahu apakah ada motif tertentu di baliknya atau memang aksi spontanitas dari warga. Yang pasti, ia menegaskan, aksi itu bukan dari kelompoknya.
”Jadi kayaknya ada permainan di baliknya. Tapi saya ndak tahu mungkin spontanitas warga ya. Tapi yang jelas bukan dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu,” tuturnya.
Murni Inisiatif Warga...
Dalam pamflet tersebut, disebutkan ada Festival Lilin untuk memperingati tujuh hari Bupati Pati Sudewo meninggalkan Pendapa Kabupaten Pati. Meksipun bukan dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Hanif tak mempermasalahkan gerakan ini.
”Mungkin warga tahu pamflet, dia ke sini dan melakukan spontanitas. Di pamflet menerangkan ada aksi 1000 lilin untuk peringatan tujuh hari Bupati Pati Sudewo meninggalkan Pendapa atau kantor Bupati Pati. Bukan dari kita. Selagi tidak anarkisme kami mendukung,” tandas Hanif.
Sementara itu, warga yang menaburkan bunga, Imam Rosyidi mengaku gerakan ini murni inisiatif dari warga Kabupaten Pati yang mendukung langkah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mengawal pansus pemakzulan Bupati Pati Sudewo.
”Aksi ini sebagai aksi damai kita. Kita saat ini sedang mengikuti proses hukum (pansus) yang berlangsung teman-teman Aliansi. Teman-teman Aliansi Masyarakat Pati Bersatu saat ini mengawal pansus hak angket. Mas Botok juga sedang galang donasi untuk aksi di KPK. Kita spontanitas melakukan aksi tabur bunga dan menyalakan lilin,” tutur dia.
Ia tak mengetahui jumlah lilin yang dinyalakan di Alun-alun Pati. Meskipun di pamflet tertulis 1000 lilin.
Imam pun berharap Sudewo segera muncul ke publik dan bekerja melayani masyarakat. Mengingat Sudewo masih menjabat sebagai Bupati Pati.
”Kebutuhan saya bunga ya saya taburkan. Simbol tabur bunga, salah satunya tujuh hari tidak ngantornya Bupati. Dan bentuk duka karena kita tahu seharusnya dia koperatif ya. Walaupun beliau proses pemakzulan seharusnya dia tetap ngantor bekerja. Dia kan masih Bupati Pati,” pungkas dia.
Tak Muncul Sejak Didemo...
Diketahui Bupati Pati Sudewo tak menampakkan diri sejak didemo pada 13 Agustus lalu. Ia tidak terlihat dalam beberapa acara termasuk rapat paripurna DPRD Pati, Rabu (20/8/2025).
Sudewo diwakilkan Plt Sekda Riyoso dalam rapat paripurna hari ini. Saat ditanya keberadaan Bupati Pati Sudewo, Riyoso tak merespon.
Ia langsung meninggalkan wartawan. Sementara itu, Sudewo tak menjawab beberapa kali telepon dan pesan dari wartawan.
Editor: Zulkifli fahmi