Ratusan Massa Demo di Alun-Alun Juwana, Pasang Baliho Bupati Arogan
Umar Hanafi
Senin, 13 Oktober 2025 15:21:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Ratusan massa memadati Alun-Alun Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (13/10/2025) siang. Mereka melakukan aksi demo dan memasang baliho yang bertuliskan ”bupati arogan”.
Massa memadati pusat Kecamatan Juwana tersebut sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka membawa berbagai baliho yang berisikan kegelisahan dan tuntunan.
Salah satu baliho besar yang menonjol yakni baliho yang bergambar Bupati Pati Sudewo. Dalam baliho tersebut tertulis, ”Bupati preman, arogan, korup, picik, pembohong/penipu, pengadu domba”.
Massa ini dari Koalisi Masyarakat Pati Anti Premanisme (KOMPRES). Mereka menegaskan mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan dan percobaan pembakaran rumah salah satu pentolan Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istiyanto.
Dalam aksi ini mereka juga membagikan puluhan bunga mawar kepada masyarakat sekitar. Sebagai harapan agar nama Kabupaten Pati kembali harum.
”Kita aksi damai dan menyampaikan lewat bunga mawar ini. Mawar ini harum seperti Pati yang akan harus nantinya. Kita menggelar aksi damai untuk mengutuk aksi premanisme. Untuk Kapolresta Pati usut tuntas atas pengeroyokan dan pembakaran teman-teman kami,” kata kordinator aksi Ali Ahmadi.
Ketika ditanya soal baliho Bupati arogan, Ali mengaku pihaknya sudah tak ingin dipimpin Bupati Pati Sudewo. Ia menilai Sudewo sudah tak layak memimpin Kabupaten Pati.
”Saat ini kan Bupati Pati Sudewo penuh kontroversi, Kami tidak mau dipimpin oleh bupati yang arogan. Kami ingin bupati yang menyayomi masyarakat bukan bupati yang membelah masyarakat,” tandas dia.
Editor: Cholis Anwar



